GELAP
Agustus 21, 2008
GELAP *
Akulah gelap itu..//yang meliputimu kala mentari tergelincir senja..//segerakan urusanmu//sebab gelap akan membenturkanmu//..pada dinding yang tak kasat mata//sehingga dendam mencengkeram hatimu..//menyisakan kepalan tangan..dan bersitan amarah.
akulah gelap itu..//sebab tak secuilpun cahaya..//pun lilin walau percik//yang mencoba menerangi..memberi petunjuk//walau cuma di hati..pun cuma sekejap..
akulah Gelap itu..//Walau tak rela ku kehilangan..//terang yang menuntunku..//menuju dinding tak kasat mata..//tempat menyandarkan lelah//yang menggelayuti seluruh raga..//sebab Amarah pada Gelap//..yang menghantui …
* thread comment pada tulisan 9 jam mati lampu
Sepi sendiri sang pengembara
Agustus 20, 2008
Sepi sendiri sang pengembara
[a.k.a Puisi Pelaut 1.1]
Dalam hening damai cakrawala tak berujung//menumbuhkan benih-benih kerinduan//kepada pantai dan dermaga//dimana akar dan pucuk pohon rasa memulai//
Biduk terarah menuju cahaya keemasan sang mentari//mengundang malam, melukiskan guratan senja kemerahan//pada ujung pantai dan dermaga//dimana akar dan pucuk pohon melambai//
Dalam kegelapan malam menjelang pagi, dalam dingin yang menusuk kerinduan//biduk terarah bertuntunkan bintang//menuntun perahu merapat ke pantai dan dermaga//mentari membiaskan siluet daratan tempat akar dan pucuk pohon menyambut//
Sang pengembara sudah pulang//dalam kerinduan yang tak terperikan//akan pantai dan dermaga//akan akar dan pucuk pohon yang menunggu..menawarkan kehangatan dalam teduh….
Para Passompe
Agustus 20, 2008
..Telah datang dari negeri seberang..
..membawa kemuliaan dan keturunan..
…bagi tanah kelahiran para pelaut ulung…
..Tambatkan Perahumu..
…Jahitlah robek layarmu…
….Beristirahatlah Sejenak…
…sebelum kita kembali…
….memburu kemuliaan kehidupan…
…bagi kita – bagi semua ….
…Para Passompe…
Gelisah Dalam elevasi kedamaian
Agustus 19, 2008
Gelisah Dalam elevasi kedamaian
Dari ketinggian dengan elevasi yang cukup untuk memandang sekeliling. Di balik jendela dia memandang keluar dan mengamati sekeliling. Sembari memainkan jemari dan mengetikkan beberapa kalimat dalam surat yang dia kirimkan via email ke seseorang.
Sembari mengamati sekelilingnya, mengamati kondisi lalu lintas, mengamati kondisi ruang kerjanya, dia memulai untuk menerawangkan pikirannya pada “awang-awang”.. sebuah angan tentang kebebasan, tentang ketenangan…seolah menginginkan diri menjauh dari segala hal yang “mumet” dan mengkungkung..hal-hal yang bertentangan dengan idelismenya.. Read the rest of this entry »
Gelap Merayap Kala Malam tiba di Pulau Kami
April 4, 2008
Gelap Merayap Kala Malam tiba di Pulau Kami.
“Tenapa kodong na rinra lampu a..”
“kamma tongmi pulau hantu anne pulauta”
“tena tong na kana-kana anjo PLN ka punna erokki tappu”
“Punna Pambayarang, tena mmari akkiyok-kiyok, kamma tong jangang” Read the rest of this entry »
Echan dalam keseharian (1)
April 1, 2008
Echan panggilan untuk Putra ku yang sudah berumur 9 bulan selalu menyisakan kelucuan bagi kami orangtuanya. Laiknya anak kecil seumurannya, echan hanya bisa menangis, ketawa, makan, eek, bobo..merengek..dan berbagai kelakuan lain yang terkadang membuat ibunya gregetan dan kadang mengeluh keletihan..
Echan Po .. panggilan anak-anak kecil samping rumah untuk dia..Baji’ Pamai gelaran dari neneknya, sebab waktu masih umur 3-6 bulanan, setiap orang yang lewat di depan warung kami selalu dikasih senyum yang manis dari Echan. Genggaman dan “cubitan” nya lumayan, sebab tangannya yang kuat menggenggam merepresentasikan tangan kakeknya yang kuat dan besar, beda dengan bapaknya yang kecil dan kerempeng ini.
Pernah suatu hari dia diberi anak ayam kasumba warna pink. Segera saja itu menarik perhatiannya. Dengan sedikit jangkauan yang diusahakannya dan lalai dari awasan ibunya, Cuit-cuit ayam kecil itu menjerit…Ternyata leher anak ayam itu sudah di “piting” dan dibanting kemana-mana. Beruntung Ibunya tersadar dan segera meraih tangan echan dan melepaskan anak ayamnya…hhhhhhh…
Wake up my blogsoul
April 1, 2008
Akhirnya aku bisa bangun dan mencoba memposting sebuah tulisan yang membangunkanku dari tidur panjang karena shock berat akibat aliran darah koneksi internet terputus dalam waktu yang cukup untuk membuatku lebih dekat kepada kematian rasa putus asa.
Blogwalking aku lakukan dengan nyaman pada pagi hari sekalian menghirup udara segar yang tersebar dalam atmosphera blog [blogosphere]. hhhhhhhh kuhirup banyak-banyak. Sebanyak mungkin kuhirup sebelum udaranya mulai beracun akibat polusi yang timbul dari setumpuk kerjaan yang menunggu.
Kini aku mencoba menulis ini..lamat-lamat jiwaku mulai beringsut dari tidur panjangnya. Mulai menggoreskan beberapa kedip huruf yang membentuk sebentuk makna.. Satu persatu sel dalam tubuhku mulai menggeliat kegirangan dan menggerakkan jariku untuk menekan tuts keyboard laptopku dan merangkai kalimat demi kalimat. Sebuat Post Aid kutempel di sudut meja kerjaku : Wake Up My Blog Soul
Ingin Mengubah Dunia? Lakukan Kebaikan Kecil Yang Tulus Hari Ini ! (Message From “G” To Evan)
Januari 11, 2008
Seperti biasa, setiap pagi sebagai rutinitas aku melewati jalan yang sama menuju kantor. Lalu lalang kendaraan yang salip menyalip menjadi santapan tambahan setiap pagi…hhhhhhh..hari yang sama rutinitas yang sama, kuhela nafas panjang mengusir jengah di dada. Read the rest of this entry »
TUHAN TERSENYUM
Januari 11, 2008
Masih dari kumpulan tulisan dari sebuah CD data usang.
…..
TUHAN TERSENYUM
Don’t take your organs to heaven
Heaven knows we need them here.
Pernahkah Tuhan tersenyum, atau melucu? Dalam kitab suci tak saya temukan dua hal itu. Begitu juga dalam hadis nabi. Pemahaman tekstual saya atas agama terbatas. Pengajian saya masih randah, kata orang Minang. Tapi kalau soalnya cuma “adakah khatib yang melucu, atau marah,” Read the rest of this entry »









