Resistensi membuatmu persisten
Agustus 8, 2009
sekedar mencatat hal yang “mungkin” gak penting…
Resisten atau penolakan orang lain terhadap sesuatu yang kita lakukan atau tawarkan terkadang membuat sakit hati. apa yang sanggup kita berikan telah kita persembahkan, tapi kadang penolakan, cibiran, sindiran yang kita dapatkan. larii….? gak ..ini bukan pilihan. saya tetap memilih untuk mendengar dan menerima semua..tapi diam-diam dalam hati, saya mencatat segala hal yang kurang, segala hal yang bisa diperbaiki ke depan, segala kelemahan…
iya..tadinya saya tidak sadar kalo kita ini pasti butuh semua penolakan itu..Tapi kita memang butuh, agar kita tahu bahwa tak ada hal yang harus membuat kita menyerah..kita juga tahu bahwa kita pasti bisa mencapai level dimana akan dihadapkan pada pilihan mencibir atau memuji…kita pasti bisa …pantang menyerah….ukurlah seberapa kuat dirimu menghadapi resistensi.
Sebotol Air
Agustus 4, 2009
Blog, selamat datang kembali….
Hidup di Jakarta memang sulit ya, terutama bagi perantau seperti saya. Kehidupan yang serba cepat, kadang tidak bisa diimbangi dengan langkah biasa. Harus ada energi lebih untuk bisa tetap berjalan mengikuti irama kehidupan. Butuh usaha dan pembiasaan serta kesabaran yang tinggi untuk menjalani ini semua.
Mulai dari bangun lebih pagi, memburu bus, tumplek blek di atas bus, memotong jalan yang ramai, berjalan di panas terik siang hari, pulang tengah malam, cari makan tengah malam, bangun tengah malam, kehausan tengah malam, kegerahan tengah malam, terperangkap rasa sepi kala hari libur, terikat rasa malas di tempat tidur, tersesat dalam mimpi dalam tidur di akhir pekan yang sepi, tenggelam dalam gunungan sampah sisa makanan dan sampah pikiran, larut dalam angan keberlimpahan, tenggelam dalam lamunan penuh senyuman…hhhhhhhhhhh….kelelahan ? iya …
Jauh dari keluarga, istri dan anak-anak, adalah sebuah pengorbanan yang teramat besar. Demi memburu kehidupan yang lebih baik, harus ada pengorbanan, untuk sebuah cita-cita selalu ada yang harus direlakan. Mungkin ini akan menguras energi raga dan menyentil kesabaran. Sejauh ini masih bisa dijalani dengan senyum dan optimisme. Dan ketika tertidur karena kelelahan dan terjaga tengah malam karena kegerahan, dan kehausan tengah malam….sebotol air selalu siap untuk mengaliri setiap bagian yang kering dan membasahinya sehingga tidur terlelap lagi menyemai mimpi hingga pagi.




