Nyanyian malaikat

Maret 18, 2009

Duhai mahluk yang lelah dengarlah kisah ini..
pada syair yang kulagukan sambil duduk dan melipatkan sayapku..
sambil memperhatikanmu memeluk mimpi..
mimpimu tentang bidadari..

telah kuperhatikan semua cinta di dunia ini..
tak ada cinta setragis cinta kumbang pada mawar..
mawar yang karena keindahannya yang melenakan
menarik semua kumbang untuk selalu datang menitipkan rayuan.
sampai mereka kutemui terkapar dengan luka tertusuk duri..
disamping mawar yang kering melayu..
aku tahu cinta kumbang tak tulus…
saat mereka menemui mawar sudah mulai memudar..
mereka merusuh dan membuat kerusakan
hingga mereka mati tertusuk lengan mawar yang serupa duri tajam..

oh, betapa tulus cinta mawar kepada sang lebah
dan kutahu lebah sangat mencintai mawar
karena sedihnya, sang mawar menitipkan sari yang manis bunganya
kepada kekasihnya sang lebah dan berpesan
kasihku, sampaikanlah manis sari ini kepada para pencari cinta
jadikanlah dia madu yang manis dan berkhasiat menyembuhkan
sehingga luka ini terobati dengan pengorbanan

Sang lebah dengan kesedihannya menjadikan sari itu menjadi madu yang berkhasiat
Yang memberi rasa manis setiap hati yang tak henti memujinya.
larut gelap malampun sirna oleh cahaya lilin sisa dari madu sari mawar
menerangi keriangan yang ditimbulkannya membuat pesta sehingga pagi
Walau tak ada yang sadar, keriangan ini dipenuhi oleh duka mawar akan cintanya pada lebah

hmmmm, hari mulai menjelang pagi saat mentari mulai menyinari ragamu kurapikan sayapku dan kubisikkan ke telingamu
hai mahluk yang lelah, bidadarimu tak datang malam ini ke mimpimu
tapi ketahuilah janji ini, “pada setiap cinta yang kau tabur kan semai kerinduan”

Leave a Reply