Jubah kedukaan
Maret 18, 2009
aku tertartih-tatih
menyusun undak bebatu karang.
untukmu berdiri memandang horizon..
tempatmu mencari kepak burung camar…
ketika jubah kedukaanmu meluntur tercelup….
seketika mengubahnya menjadi gaun kesenangan…..
kala mata angin menderu selepas kepergian mata kehidupan…..
kemudian aku mengambil kaleng rombengku
dan berlalu membiarkanmu menikmati senja
dan memunguti kelelahan sebab kedukaan telah menantiku
kalengku, dendangku adalah jubah kedukaanku
yang kulagukan kala dirimu masih menagih keindahan
yang hilang dari wajah pantaimu




