goodbye

Sesaat sebelum keberangkatan yang memisahkan kita
Kau titipkan sebuah pesan yang terbungkus rapi.
Dengan seikat pita merah muda yang menyerupai sebentuk hati.
Hatiku membatin..tak perlu, sebab kehadiranmulah yang kubutuhkan..
Dan beberapa saat kemudian debu jalanan menyadarkanku pada ketiadaan.
Kamu sudah tak dapat kutatap lagi sebab tak setitikpun tersisa.
Saat langkahmu memasuki belokan pertama.
Yang mengaburkan pandanganku pada bayanganmu yang makin menjauh.

Sampai saat debu jalanan memenuhi pandanganku.
Kulangkahkan kaki menjauhi tepian.
Menuju peraduan, sambil mendekap erat pemberian darimu.
Sambil sesekali menoleh, kuharap dirimu urung pergi.
Kuharap kudapati dirimu di balai-balai tempat dimana selalu kau bersenandung.
Melagukan kesenduan akan kehilanganmu pada harapan.
Tapi sepi menyergapku, dan hanya angin yang meniupkan koor keheningan.
Dan diperaduan ini, kudekap erat sisa kenangan pada pesan yang kau titipkan.

Kemudian tiap hari aku pergi ke tepi jalanan itu.
Mencari setitik bayangan, yang kuharap itu dirimu.
Walau awan gelap menggelayut dan membawa hujan.
Yang kemudian menghapus jejak-jejak yang kau tinggalkan
Dan Sedetik kemudian kembali kutersadar pesan darimu belumlah kubaca.
Yang terikat rapi dengan pita merah menyerupai sebentuk hati.
Hatiku membatin, dirimulah yang kubutuhkan.. dan kemudian kubuka pita itu.
Di atas secarik kertas engkau tuliskan :

Jika engkau membuka dan membaca pesanku ini pada hari dimana kita berpisah maka engkau membacanya lebih cepat dua hari. Kuharap pesan ini kau buka dua hari kemudian. Dekaplah dulu sampai lukamu akan perpisahan ini pelan terobati. Aku sendiri tak ingin engkau larut dalam duka. Ketahuilah setelah langkah itu tak mungkin aku kembali. Awan hitam akan menghapus jejak langkahku sehingga aku sendiri takkan punya pedoman untuk melangkah pulang.

Semoga kau baca pesanku ini tepat dua hari setelah kita berpisah. Kutahu setelah itu kamu akan tahu bahwa sampai saat kau mencoba mengharapkan aku kembali, aku masih mengingat dirimu dan akan abadi pada secarik kertas yang sedang engkau baca ini.

Berhentilah pada harapanmu. Sebab dikala harapan memenuhi anganmu, bersiaplah untuk seperti diriku. Jalan itu telah ditunjukkan dan aku harus menjalaninya. Aku harap harapan tidak membutakanmu, sebab kehidupan masih berakrab dengan ragamu. Hidup ini masih setia melingkupimu. Dan aku yakin hidup ini membutuhkan dirimu. Sementara pilihan jalanku sudah pasti sebab kehidupan kemudian mencampakkan diriku ke tepi jalan yang kemudian menjadi tempat kita berpisah. Takkan kau dapati bayanganku berbalik, kemudian akan hilang pada horizon tanpa menyisakan siluet serupa bayangan fatamorgana, sebab itu sudahilah.

Aku sendiri tidak mampu menggenapi hidup ini. Tetapi kamu akan mampu, setidaknya dua hari setelah perpisahan itu. Dan jika kau baca pada hari yang kumaksud, aku ingin mengucapkan untuk terakhir kalinya : Selamat Ulang Tahun, kekasihku.  Kuharap Tuhan mengirimkan Malaikatnya untuk menghibur hatimu. Harapku Tetaplah menjadi orang baik bagi semua orang. Sebab dengan itu akan membuatku bangga dan bahagia sempat memiliki dirimu.

Kutatap kalender dimeja.
sebuah lingkaran merah, dengan pesan.
Hari Ulang Tahun suamiku
Dan sebulir hangat menjejali pipiku.

(Jakarta 30 November 2008)

3 Responses to “Pesan selamat ulang tahun terakhir”

  1. Ahmad Says:

    Selamat Uang tahun bang
    semoga Diberikan Umur yang panjang, Kesehatan sekeluarga dan rejeki yang berlimpah

    Takkan ada sebuah Kado yang bisa saya berikan tapi mungkin secercah doa yang takternilai aku hanturkan buat bang kurni :D
    sukses selalu

  2. t4rum4 Says:

    kata selamat tak ada akhirnya.. :D

  3. yulian Says:

    tolong kalau ada puisi oke kirimkan semua ke saya alamat email ku adalah yuliannoto@yahoo.com…nuwun…


Leave a Reply